Hukum Perlawanan

 

mu151204_perjuanganrohani

 

“Barangsiapa menang…” ( Wahyu 2:7)

KEHIDUPAN tanpa peperangan itu mustahil dalam alam kodrati maupun adikodrati. Dalam kenyataan senantiasa ada perjuangan yang terus-menerus dalam segi-segi kehidupan fisik, mental, moral dan rohani.

Kesehatan adalah keseimbangan antara unsur-unsur jasmani tubuh saya dengan segala sesuatu serta kekuatan di sekitar saya. Untuk mempertahankan kesehatan yang baik saya harus memiliki kekuatan dari dalam yang cukup untuk mengadakan perlawanan terhadap unsur-unsur dari luar.

Segala sesuatu di luar kehidupan jasmani saya merupakan ancaman yang dapat menyebabkan kematian saya. Sementara unsur-unsur paling mendasar yang menopang saya selama saya hidup akan membusuk dan berurai pada saat tubuh saya mati.

Agar tubuh saya memiliki kekuatan yang cukup dari dalam untuk bertarung, saya harus membantu menghasilkan keseimbangan yang dibutuhkan untuk kesehatan.

Demikian juga halnya berlaku untuk keseimbangan mental. Jika saya ingin memelihara suatu kehidupan mental yang kuat dan aktif, saya harus berjuang. Perjuangan ini menghasilkan keseimbangan mental yang disebut pikiran.

Demikian pula halnya dengan moral. Segala sesuatu yang tidak memperkuat saya secara moral adalah musuh kebajikan di dalam diri saya. Kemampuan saya untuk mengalahkannya, dengan menghasilkan kebajikan, bergantung pada tingkat keutamaan moral kehidupan saya.

Dengan demikian, kita harus berjuang untuk bermoral. Moralitas tidak terjadi begitu saja ataupun secara kebetulan. Kebajikan moral harus direnggut.

Dan secara rohani/spiritual sama halnya. Yesus berkata, “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan...” (Yohanes 16:33). Artinya, segala sesuatu yang tidak rohani membawa pada kejatuhan saya. Yesus melanjutkannya dengan kalimat, “…tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Saya harus belajar untuk melawan dan mengatasi hal-hal yang bertentangan dan menghancurkan saya secara spiritual dan dengan demikian menghasilkan keseimbangan kesucian. Kemudian akan ada sukacita dalam menghadapi perlawanan.

Kesucian adalah keseimbangan antara sifat kodrati (nature) saya dan hukum Allah sebagaimana  dinyatakan dalam Yesus Kristus.

 

Alkitab setahun: Jehezkiel 47-48; 1 Johanes 3

mu161204

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s