Hukum dan Injil

mu141201_salib

 

 

Sebab siapa saja yang menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian saja, ia bersalah terhadap seluruh-nya” (Yakobus 2:10).

HUKUM moral tidak memperhitungkan kelemahan kita sebagai manusia; dalam kenyataannya hukum moral juga tidak memperhitungkan turunan atau cacad kita. Hukum moral hanya menuntut kita untuk bermoral mutlak. Ia berlaku sama terhadap masyarakat kelas atas ataupun kelas terendah di dunia ini. Ia bertahan terus dan selalu  sama.

Hukum moral, yang ditetapkan oleh Allah tidak menjadi lemah oleh kelemahan kita dalam melakukannya. Ia tetap mutlak untuk semua waktu dan kekekalan.

Jika kita tidak menyadari hal ini, itu karena kita belum mengenal kehidupan sejati. Sekali kita menyadari hal ini, kehidupan kita segera menjadi suatu tragedi yang fatal. “Dahulu tanpa hukum Taurat, aku hidup. Akan tetapi, sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup, sebaliknya aku mati” (Roma 7:9-10).

Sewaktu kita menyadari hal ini, Roh Allah menyatakan kita bersalah karena dosa. Salib Yesus Kristus tetap merupakan sesuatu yang samar, sampai seseorang tiba di tahap penyadaran dan melihat bahwa tidak ada harapan di luar Yesus. Keyakinan keberdosaan kita selalu membawa ketakutan, perasaan terikat akan hukum. Situasi seperti ini membuat orang menjadi tak berpengharapan, hopeless  – “…terjual di bawah kuasa dosa” (Roma 7:14).

Saya, seorang berdosa, tidak mungkin membenarkan diri saya di hadapan Allah. Hanya ada satu jalan yang olehnya saya dapat dibenarkan di hadapan Allah; dan hal itu adalah melalui kematian Yesus Kristus. Saya harus membuang gagasan mendasar bahwa saya dapat dibenarkan karena ketaatan saya. Siapa di antara kita yang dapat menaati Tuhan dengan sempurna!

Kita hanya mulai menyadari kuasa hukum moral ketika kita melihat bahwa hukum itu hadir dengan suatu syarat dan suatu janji. Namun Allah tidak pernah memaksa kita. Kadang-kadang kita berharap Dia akan membuat kita taat, dan pada saat yang lain kita berharap Dia meninggalkan kita sendiri.

Bila kehendak Allah mendapat tempat sepenuhnya mengendalikan hidup kita, Dia akan mengambil semua tekanan dari kita. Dan ketika kita dengan sepenuhnya memilih untuk taat pada-Nya, Dia akan menjangkau sampai bintang yang terjauh dan sampai ujung bumi untuk menolong kita dengan kuasa-Nya yang mahabesar – dalam bahasa Oswald Chamber indah sekali: And when we deliberately choose to obey Him, He will reach to the remotest star and to the ends of the earth to assist us with all of His almighty power.

 

Alkitab setahun: Jehezkiel 40-41; 2 Petrus 3

mu151201

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s