Hidup Baru Melalui Kelahiran Kembali

mu161006_penebusan_sifat-kekekalan
 
 
 

“Tetapi waktu Ia,…… berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku,…” (Gal 1:15,16)

 JIKA Yesus Kristus akan membuat saya baru kembali, apa masalah yang Dia hadapi? Masalah sebenarnya ini — saya mempunyai suatu (sifat) bawaan/warisan yang saya tidak dapat mengatasi atau merobahnya; saya tidak kudus, dan tampaknya tidak mungkin menjadi kudus, dan jika semua yang Kristus Yesus dapat lakukan adalah untuk mengatakan bahwa saya harus kudus, ajaran-Nya membawa rasa putus asa. Tetapi jika Yesus Kristus adalah Pembangun kembali hidup (regenerator), Seorang yang dapat menaruhkan dalam diri seseorang sifat kekudusan-Nya, maka saya mulai melihat apa yang Dia maksudkan di ketika Dia berkata bahwa saya harus menjadi kudus.

Penebusan berarti bahwa Yesus Kristus dapat menaruhkan ke dalam diri seseorang sifat/natur baka yang dalam diri-Nya, dan semua standar yang Ia berikan didasarkan pada sifat tersebut: ajaran-Nya adalah diperuntukkan bagi kehidupan yang taruhkan didalam diri orang tersebut. Transaksi moral yang menjadi bagian saya adalah menerima putusan Allah atas dosa diatas salib Yesus Kristus.

Ajaran Perjanjian Baru tentang lahir kembali adalah bahwa ketika seseorang sampai pada pengakuan yang sungguh akan kebutuhannya (akan Penebusan), maka Allah akan menaruhkan Roh Kudus ke dalam roh orang tersebut, dan rohnya akan dimotori oleh Roh Anak Allah, “sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.” (Gal 4:19).

Mukjisat moral dari Penebusan adalah bahwa Allah dapat menaruhkan ke dalam saya suatu sifat/natur baru kedalam saya melalui mana saya dapat benar-benar hidup dengan hidup baru. Ketika saya sampai pada keyakinan akan kebutuhan saya dan dan tahu keterbatasan saya, Yesus berkata — “Berbahagialah kamu.”

Tapi saya harus sampai pada titik itu. Allah tidak dapat menaruhkan ke dalam diri saya, sebagai makhluk moral yang bertanggung jawab, sifat yang ada dalam Yesus Kristus kecuali saya sadar bahwa saya membutuhkannya.

Sama seperti sifat dosa masuk ke dalam umat manusia melalui satu orang, demikian juga Roh Kudus masuk ke dalam umat manusia melalui satu orang lain (Rom 5:12-19). Dan Penebusan berarti bahwa saya dapat dibebaskan dari kebakaan dosa (heredity of sin) dan melalui Yesus Kristus dapat menerima hidup yang tidak bercela yaitu Roh Kudus.

Alkitab dalam setahun: Jesaya 26-27; Pilipi 2

mu161006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s