Adakah Anda Dengar-dengaran akan Tuhan? – Februari 12

 

mu160215_mengasihituhan

 

“Mereka berkata kepada Musa: ”Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan: tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati” (Keluaran 20:19)

SERING kita tidak sadar dan sengaja tidak taat atau ingkar pada Tuhan, semata-mata karena kita tidak dengar-dengaran akan Dia. Tuhan telah memberikan perintah-Nya kepada kita, tetapi kita tidak memberikan perhatian, bukan karena ketidak-taatan yang disengaja, namun karena kita tidak benar-benar mengasihi dan menghormati Dia. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yohanes 14:15).

Ketika kita menyadari bahwa kita sering menunjukkan rasa tidak hormat kepada Tuhan, kita akan dipenuhi rasa malu dan hina karena tidak mengindahkan Dia.

Engkaulah berbicara dengan kami, … tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami...”. Kita menunjukkan betapa kurangnya kasih kita kepada Tuhan dengan lebih suka mendengarkan suara para hamba-Nya daripada Dia. Kita suka mendengarkan kesaksian-kesaksian pribadi, tetapi kita enggan mendengar Tuhan sendiri berbicara kepada kita.

Mengapa kita begitu takut bila Tuhan berbicara kepada kita? Karena kita tahu apabila Tuhan berbicara, kita harus, melakukan hal yang diperintahkan-Nya, atau kalau tidak kita sebenarnya tidak taat. Akan tetapi jika hanya seorang hamba Tuhan yang berbicara kepada kita, kita merasa bahwa ketaatan merupakan pilihan, bukan keharusan. Kita dapat menanggapinya dengan berkata, “Wah, itu hanya gagasanmu sendiri, walaupun aku tidak menyangkal bahwa ucapanmu itu barangkali adalah kebenaran Tuhan.”

Adakah saya kerap menghinakan atau merendahkan Tuhan dengan tidak mengindahkan-Nya, sementara Dia dengan kasih-Nya terus-menerus memperlakukan saya sebagai anak-Nya?

Ketika saya sungguh mendengar Dia, sikap merendahkan yang saya timpakan atas diri-Nya berbalik kepada saya, dan respon saya kemudian menjadi, “Tuhan, mengapa aku begitu tidak peka dan keras kepala?”

Hal inilah yang selalu terjadi ketika kita sungguh mendengar Dia. Adalah kesukaan sejati ketika kita dengar-dengaran akan Dia, kegembiraan disertai rasa malu karena perlu waktu begitu lama untuk sadar perlunya melakukan hal itu.

 

Alkitab setahun: Imamat 13; Mateus 26:26-50

mu160215

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s