Doa Yang Didengarkan Bapa

MU150809_doaygdidengarkan

 

“Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata, ”Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku” (Yohanes 11.41)

BILA Anak Allah berdoa, Dia sadar sepenuhnya hanya akan Bapa-Nya. Allah selalu mendengar doa-doa Anak-Nya, dan jika Anak Allah telah menjadi nyata di dalam saya (Galatia 4:19), Bapa akan selalu mendengar doa-doa saya. Akan tetapi, saya harus mengupayakan agar Anak Allah dinyatakan dalam tubuh kemanusiaan saya. “…tubuhmu adalah bait Roh Kudus… ” (1 Korintus 6:19) artinya tubuh Anda adalah Betlehemnya Anak Allah.

Apakah Anak Allah telah diberikan kesempatan untuk bekerja di dalam saya? Apakah kesederhanaan hidup-Nya yang memberi teladan itu bekerja di dalam saya sebagaimana hal itu telah bekerja di dalam hidup-Nya ketika berada di bumi? Bila saya dihadapkan dengan kejadian-kejadian hidup setiap harinya sebagai seorang manusia biasa, adakah doa Anak Allah yang kekal kepada Bapa-Nya dinaikkan di dalam diri saya?

Yesus bekata, “Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku… ” (Yohanes 16:26). Hari yang mana yang dimaksudkan-Nya? Dia (Yesus) sedang mengacu pada hari ketika Roh Kudus telah datang kepada saya dan mempersatukan saya dengan Tuhan.

Apakah Tuhan Yesus Kristus akan berkenan oleh hidup Anda, atau apakah Anda menunjukkan perilaku kesombongan rohani di hadapan-Nya?

Jangan biarkan akal sehat atau penalaran Anda menjadi sedemikian kuat dan menonjol sehingga hal itu menyisihkan Anak Allah dari pusat hidup Anda. Penalaran adalah karunia yang diberikan Allah kepada sifat manusiawi kita — tetapi penalaran bukanlah karunia dari Anak-Nya. Pengertian adikodratilah yang merupakan karunia dari Anak-Nya, dan jangan pernah menempatkan penalaran kita naik tahta.

Sang Anak mengenal dan mengetahui Bapa, tetapi penalaran tidak pernah mengenal dan mengetahui Bapa dan tidak akan pernah. Kemampuan kecerdasan kita tidak akan pernah menyembah Allah kecuali ia itu diubahkan oleh Anak Allah yang tinggal di dalam kita. Kita harus memastikan bahwa kemanusiaan kita dalam tubuh ini tunduk sepenuhnya kepada-Nya, dengan mempersilakan Dia bekerja melaluinya saat demi saat.

Apakah kita hidup pada tingkat ketergantungan kepada Yesus Kristus sehingga hidup-Nya dinyatakan dari saat ke saat di dalam diri kita?

 

Alkitab setahun: Mazmur 77-78; Roma 10

mu160809

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s