Doa Syafaat Bagi Orang Lain (Vicarious Intercession)

mu150504_syafaat atas orglain

kita sekarang dengan penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, oleh darah Yesus ” (Ibrani 10:19)

WASPADALAH terhadap pemikiran bahwa doa syafaat berarti membawa simpati dan kepedulian pribadi kita ke dalam hadirat Allah, dan kemudian menuntut Dia agar melakukan seperti apa yang kita minta.

Diperkenannya kita mendekati Allah sepenuhnya oleh karena pada pengorbanan Tuhan Jesus, penyatuan Yesus dengan dosa yang menggantikan kita yang seharusnya dihukum karena dosa kita, seperti dikatakan, “Kita sekarang dengan penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, oleh darah Yesus.

Kekerasan hati rohani adalah rintangan yang paling kuat terhadap doa syafaat, karena berdasarkan “pengertian” simpatiktis yang kita lihat pada diri kita dan orang lain kita berpikir bahwa kita tidak membutuhkan penebusan. Kita mempunyai pemikiran bahwa ada kebaikan dan kebajikan tertentu dalam setiap kita sehingga hal-hal tersebut tidak membutuhkan Penebusan salib Kristus.

Pemikiran semacam itu menghasilkan kemandegan rohani dan kurang perhatian dan membuat kita tidak bisa berdoa syafaat. Kita tidak mempersatukan diri dengan perhatian dan keperdulian Allah bagi orang lain, dan kita menjadi tidak sabar dengan Allah. Namun kita selalu siap dengan pemikiran-pemikiran kita, dan doa syafaat kita hanya pengagungan simpati lahiriah kita sendiri.

Kita harus menyadari bahwa penyatuan Jesus dengan dosa-dosa kita berarti suatu perubahan radikal pada semua rasa simpati dan perhatian kita. Berdoa syafaat bagi seseorang lain berarti dengan tekad penuh mengesampingkan pemikiran berdasarkan simpati lahiriah saya dan menggantikannya dengan “perhatian” Allah atas orang tersebut.

Perenungan, apakah saya berkeras pada pemikiran saya atau saya mau pemikiran saya digantikan perhatian Allah? Apakah saya membuang-buang waktu atau mau sempurna dalam hubungan saya dengan Dia? Apakah saya menjadi tidak sabar dengan Tuhan atau tunduk dan hormat dengan seluruh roh dan jiwa saya? Apakah saya selalu memaksakan cara saya atau bertekad untuk dipersatukan dengan Dia?

 

Alkitab setahun: 1 Raja-raja 16-18; Lukas 22:47-71

mu150504

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s