Disiplin Mendengarkan Tuhan

 

mu160214_doa_sukacita_duka

 

“Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. (Matius 10:27)

ADAKALANYA Allah membawa kita melalui pengalaman dan disiplin kegelapan (discipline of darkness) untuk mengajar kita mendengar dan mentaati Dia. Burung yang senang berkicau diajar berkicau dalam gelap, dan Allah memasukkan kita ke dalam “naungan tangan-Nya” sampai kita belajar mendengar Dia (Yesaya 49:2).

Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap...” — perhatikanlah bila Allah memasukkan Anda ke dalam gelap. Dan katupkanlah mulut Anda selagi Anda di sana.

Apakah situasi Anda atau kehidupan Anda bersama Allah sekarang berada dalam kegelapan? Jika demikian, tetaplah tenang. Jika Anda membuka mulut Anda dalam gelap, Anda akan berbicara dalam suasana hati (mood) yang keliru.

Kegelapan adalah waktu untuk mendengar. Jangan berbicara kepada orang lain tentang hal itu. Jangan membaca buku-buku untuk mengetahui alasan dari kegelapan itu. Tapi dengarkan saja dan patuhlah. Jika Anda berbicara kepada orang lain, Anda takkan dapat mendengar perkataan yang sedang disampaikan Allah (kepada Anda).

Bila Anda berada dalam gelap, dengarkanlah, maka Allah akan memberikan kepada Anda pesan yang berharga untuk disampaikan pada orang lain pada saat Anda kembali ke dalam terang.

Setelah setiap kali menjalani kegelapan, kita seharusnya mengalami campuran rasa sukacita dan rasa malu dan hina. Jika yang ada hanya rasa sukacita, saya meragukan apakah kita benar-benar telah mendengar Allah.

Kita seharusnya merasa sukacita karena telah mendengar Allah berbicara, tetapi terutama rasa malu, hina dan bodoh karena telah begitu lama waktu dibutuhkan baru dapat mendengar Dia! Kemudian kita akan berseru, “Betapa lambannya aku mendengar dan memahami pesan yang dikatakan Tuhan kepadaku!” Padahal Allah telah mengucapkannya selama berhari-hari dan bahkan berminggu-minggu.

Akan tetapi, pada saat Anda mendengar Dia, Dia memberikan Anda pemberian rasa hina dan rendah – the gift of humiliation, yang membawa suatu kehalusan budi — suatu pemberian yang akan selalu membuat Anda sekarang mendengarkan Allah.

 

Alkitab setahun: Imamat 15-16; Mateus 27:1-26

mu160214

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s