Individualitas dan Hidup Rohani

mu151211_hiduprohani

 

“Lalu Yesus berkata kepada nutrid-murid-Nya, ‘Jika seseorang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya...'” (Matius 16:24).

INDIVIDUALITAS adalah cangkang luar yang keras yang menyelubungi kehidupan batiniah seseorang. Individualitas mendesak semua yang lain keluar, memisahkan dan mengasingkan manusia. Kita melihatnya sebagai karakter utama dari seorang anak, dan begitulah memang.

Ketika kita keliru antara individualitas dengan kehidupan rohani, kita tetap terasing. Cangkang individualitas adalah sifat kodrati karya Allah yang diciptakan untuk melindungi kehidupan rohani. Namun, individualitas kita harus diserahkan kepada Allah sehingga kehidupan rohani kita dapat dibawa ke dalam persekutuan dengan Dia.

Individualitas memalsukan kerohanian, sama seperti nafsu memalsukan kasih. Allah menciptakan sifat manusia bagi Dia, namun individualitas merusak sifat manusia bagi tujuannya sendiri.

Karakter individualitas ialah kebebasan dan kehendak sendiri (self will). Dengan terus memaksakan individualitas akan merintangi pertumbuhan rohani kita lebih dari cara lainnya. Jika Anda berkata, “Saya tidak dapat percaya,” itu karena individualitas Anda yang menghalangi; individualitas tidak pernah percaya. Namun roh kita tidak dapat menahan diri untuk percaya.

Perhatikanlah diri Anda secara saksama ketika Roh Allah sedang bekerja di dalam Anda. Dia mendorong Anda sampai pada limit individualitas Anda di mana satu pilihan harus dibuat. Pilihan itu adalah antara, “Saya tidak mau berserah”, atau berserah, memecahkan cangkang keras individualitas, yang mengizinkan munculnya kehidupan rohani. Roh Kudus membatasinya setiap kali pada satu hal yang spesifik. (lihat Matius 5:23-24). Apa yang ada dalam Anda yang menolak untuk “berdamai dahulu dengan saudaramu” adalah individualitas Anda (Matius 5:24).

Allah ingin membawa Anda masuk dalam kesatuan dengan-Nya, tetapi bila Anda tidak mau berserah Dia tidak dapat melakukannya. “…ia harus menyangkal dirinya...” — menyangkal hak kebebasannya atas dirinya sendiri. Kemudian hidup yang sejati — hidup rohani — mendapat peluang untuk bertumbuh dalam diri kita.

 

Akitab setahun: Hosea 5 – 8; Wahyu 2

mu151211

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s