Dari Kehancuran Aku Bangkit

mu160519_kesesakan.jpg

 

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kritus? ” (Roma 8:35).

ALLAH tidak membuat anak-Nya kebal dari kesesakan; Dia berjanji, ”Aku akan menyertai dia dalam kesesakan ”(Mazmur 9 1:15).

Tidak menjadi soal betapa nyata atau menyesakkan kesukaran itu; tidak ada kesukaran yang dapat memisahkan seseorang dari hubungannya dengan Allah. “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang orang yang menang... ” (Roma 8:37).

Paulus disini tidak berbicara tentang hal yang khayali, melainkan tentang hal-hal yang nyata-nyata berbahaya. Dan dia menyatakan bahwa kita adalah “super pemenang” di tengah- tengah kesukaran itu, bukan karena kepintaran kita sendiri ataupun keteguhan hati kita, melainkan karena semua kesukaran itu tidak berpengaruh pada hubungan kita yang esensial dengan Allah di dalam Yesus Kristus. Saya merasa kasihan terhadap orang Kristen yang tidak pernah menghadapi kesukaran dan yang berharap hal-hal itu diangkat dari hidupnya.

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan … ?” Penindasan tidak pernah menjadi hal yang enak. Tetapi apa pun bentuknya – kelelahan, sakit hati atau suatu yang menyebabkan kelemahan — itu takkan sanggup “memisahkan kita dari kasih Kristus’. Jangan sekali-kali membiarkan penindasan atau “kekhawatiran dunia ini” memisahkan Anda dari fakta bahwa Allah mengasihi Anda.

Kesengsaraan … ?” Dapatkah kasih Allah tetap kokoh di hati kita, bahkan ketika setiap orang dan segala sesuatu di sekitar tampaknya mengatakan bahwa kasih Allah itu suatu kebohongan, dan bahwa tidak ada yang disebut keadilan?

Kelaparan … ?“ Dapatkah kita tidak hanya mempercayai kasih Allah tetapi menjadi “lebih daripada orang-orang yang menang”, bahkan selagi kita kelaparan?

Ketika ada bisikan mengatakan bahwa Yesus adalah seorang penipu, bahkan telah menipu Paulus, atau ketika sesuatu yang luar biasa menerpa seseorang yang berpaut pada kasih Allah dari semua sisi, dan logikapun dibungkam oleh hal-hal itu, hanya satu hal yang dapat menjadi pegangan dalam situasi seperti ini — kasih Allah di dalam Kristus Yesus. ”Dari kehancuran aku bangkit”setiap waktu.

 

Alkitab setahun: 1 Khronika 7-9; Johannes 6:22-44

mu160519

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s