Dapatkah Anda Turun dari Puncak Gunung?

 

mu140416_iman seharihari

 

“Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu ….” (Yohanes 12:36).

KITA semua mengalami saat-saat ketika kita merasa lebih baik daripada yang paling baik sebelumnya, dan kita berkata, “Aku merasa fit untuk apa saja; kalau saja aku dapat selalu begini!”

Kita tidak dimaksudkan untuk menjadi demikian. Saat-saat itu adalah saat-saat memperoleh insight — pengertian yang lebih mendalam, yang mana kita harus hidup sesuai dengannya, bahkan ketika kita merasa tidak menginginkannya.

Banyak diantara kita tidak cakap dalam menjalani kehidupan sehari-hari ketika tidak berada di puncak gunung (pengalaman rohani). Namun kita harus memelihara hidup kita sehari-hari agar sesuai dengan tolok ukur yang telah dinyatakan kepada kita di puncak gunung.

Jangan biarkan perasaan yang telah dibangkitkan dalam diri Anda di puncak gunung menjadi padam. Jangan tempatkan diri Anda di “lemari pajang” sambil berpikir. “Betapa hebatnya berada dalam pandangan rohani yang indah begini!” Bertindaklah segera — lakukan sesuatu walaupun alasan satu-satunya untuk bertindak adalah daripada tidak berbuat apa-apa.

Jika dalam suatu kebaktian doa, Allah menunjukkan sesuatu kepada Anda untuk dilakukan, janganlah berkata, ”Akan kulakukan itu” — langsung saja lakukan! Bangkitlah dan buanglah kemalasan daging Anda. Kemalasan tampak dalam keinginan kita yang kuat untuk mendapatkan pengalaman puncak gunung; dan yang kita bicarakan adalah rencana kita waktu berada di gunung. Kita harus belajar untuk hidup di hari biasa yang ”kelabu” sesuai dengan apa yang kita lihat di gunung.

Jangan menyerah karena Anda pernah terhalang dan tidak mengerti – maju saja lagi. Bakarlah jembatan yang ada di belakang Anda, dan tetaplah commit kepada Tuhan dengan suatu tindakan nyata berdasarkan tekad atau kehendak Anda sendiri. Jangan pernah mengubah keputusan Anda, tetapi pastikanlah untuk membuat semua keputusan didalam terang apa yang Anda lihat dan pelajari di puncak gunung rohani Anda.

 

Alkitab setahun: 1 Samuel 30-31; Lukas 13:23-35

mu160416

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s