Dan Setelah Itu Apa Tindakan Selanjutnya?

mu150610_meminta_dari allah

 

“…carilah, maka kamu akan mendapat”(Lukas 11:9)

CARILAH jika Anda belum mendapat. “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa… ” (Yakobus 4:3).

Jika Anda meminta banyak hal dari kehidupan ini, bukannya dari Allah, maka Anda “salah berdoa”; yaitu Anda meminta dari keinginan Anda untuk kepuasan Anda sendiri. Semakin Anda memuaskan diri sendiri semakin kurang Anda mencari Allah. Yesus berkata,  “…. carilah, maka kamu akan mendapat … ”. Untuk mendapatkannya, pusatkan perhatian dan kepedulian Anda pada satu hal ini.

Sudah pernahkah Anda mencari Allah dengan segenap hati Anda, atau Anda hanya sekadar menyampaikan seruan lemah kepada-Nya setelah suatu pengalaman yang menyakitkan? Kata, ”carilah, ….”, berarti, fokuslah, ”maka kamu akan mendapat...”

Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air ... ” (Yesaya 55:1). Apakah Anda merasa haus, atau sedemikian puas dengan pengalaman Anda sendiri sehingga Anda tidak lagi membutuhkan Allah?

Pengalaman adalah pintu masuk, bukan tujuan akhir. Waspadalah agar jangan membangun iman Anda di atas dasar pengalaman, atau hidup Anda takkan bernada merdu dan hanya akan menyuarakan nada kritik atau kecaman. Ingatlah bahwa Anda tidak pernah dapat memberi kepada orang lain hal yang Anda telah temukan, tetapi Anda dapat menyebabkan dia mempunyai kerinduan untuk hal itu.

… ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Lukas 11:9). “Mendekatlah kepada Allah … ” (Yakobus 4:8). Ketuklah — pintunya tertutup, dan jantung Anda berdegub lebih keras pada saat Anda mengetuk. “Tahirkanlah …. hatimu … ” (Yakobus 4:8). Ketuklah lebih keras — Anda mulai menyadari bahwa Anda kotor. “…… sucikanlah hatimu ... ” (Yakobus 4:8) — masalahnya menjadi semakin pribadi — Anda sungguh bertekad sekarang untuk berbuat apa saja.

“Merataplah … ” (Yakobus 4:9) — sudah pernahkah Anda menyatakan dukacita Anda di hadapan Allah mengenai keadaan hidup batiniah Anda? Tidak sedikitpun rasa iba diri yang tersisa, yang ada hanya hati yang hancur dan keheranan karena melihat diri Anda yang sesungguhnya dihadapan Allah.

Rendahkanlah dirimu … ” (Yakobus 4:10). Itulah suatu pengalaman yang merendah mengetuk pintu Allah – dimana Anda harus mengetuk bersama penjahat yang tersalib. “… setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan” (Lukas 11:10).

 

Alkitab setahun: 2 Khronika 34-36; Yohanes 19:1-22

mu160610

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s