Berupaya Mengerjakan Hal Yang Dikerjakan Allah di Dalam Anda

nu150606_kehendak_allah

 

“……. karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu …..karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu.” (Filipi 2:12-13)

Hati  Anda bersetuju dengan Allah, tetapi dalam diri/daging Anda, ada sifat (nature) yang membuat Anda tidak berdaya untuk melakukan tindakan yang seharusnya Anda lakukan. Bila Allah datang kedalam kesadaran atau nurani kita, hal pertama dilakukan nurani adalah menggugah kehendak kita, dan kehendak kita bersetuju dengan Allah.

Namun Anda mungkin berkata, “Tetapi aku tidak tahu apakah kehendakku sesuai dengan kehendak Allah.” Pandanglah pada Yesus maka Anda akan mendapati bahwa kehendak dan hati nurani Anda selaras dengan kehendak-Nya setiap waktu.

Apa yang menyebabkan Anda berkata, “Aku tidak mau taat”, adalah karena ada hal-hal yang menjadi penghambat, yang menutup kehendak Anda, yaitu kekerasan hati atau sikap keras kepala, dan sikap tersebut tidak pernah selaras dengan kehendak Allah. Hal yang paling dalam pada diri seseorang adalah kehendak orang tersebut, bukannya dosa.

Kehendak adalah unsur penting dalam penciptaan Allah akan manusia — dosa adalah kecenderungan yang jahat yang memasuki hidup manusia.

Di dalam seseorang yang telah dilahirkan kembali, sumber kehendak ialah Allah Yang Mahakuasa. “….. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu, baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.”

Dengan perhatian yang terfokus dan keperdulian yang besar Anda harus “mengerjakan” hal yang “dikerjakan Allah” di dalam Anda — bukan bekerja untuk memperoleh “keselamatan Anda sendiri”, melainkan berupaya sehingga Anda menunjukkan bukti hidup yang berlandaskan iman yang penuh tekad, tidak tergoyahkan pada penebusan Tuhan yang sempurna.

Pada saat Anda melakukan hal ini Anda akan memiliki kehendak yang tidak bertentangan dengan kehendak Allah — kehendak Allah menjadi kehendak Anda. Pilihan Anda akan sesuai dengan kehendak Allah, dan Anda akan menghayati kehidupan ini dengan wajar seperti halnya bernafas.

Kedegilan atau kekerasan hati adalah rintangan yang tidak seharusnya, karena menolak pencerahan dari Tuhan dan menghambat alirannya. Satu-satunya tindakan yang harus dilakukan terhadap kedegilan hati ini ialah meledakkannya dengan “dinamit”, dan ”dinamit” itu adalah ketaatan pada Roh Kudus.

Adakah saya percaya bahwa Allah Yang Mahakuasa adalah Sumber kehendak saya? Allah bukan hanya mengharapkan saya melakukan kehendak-Nya, melainkan Dia ada di dalam saya untuk mengerjakannya.

 

Alkitab setahun: 2 Khronika 25-27; Yohanes 16

mu160606

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s