Bergumul di Hadapan Allah

mu141216_his strenght

 

“Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah… berdoalah setiap waktu” (Efesus 6:13,18).

ANDA harus belajar untuk bergumul melawan hal-hal yang merintangi komunikasi Anda dengan Allah, dan bergumul dalam doa bagi orang lain; namun bergumul dengan Allah dalam doa itu tidak alkitabiah. Jika Anda sungguh pernah bergumul dengan Allah, Anda akan dibuat pincang seumur hidup Anda. Jika Anda memegangi Allah dan bergumul dengan Dia, seperti yang dilakukan Yakub, hanya karena Dia bekerja dengan cara yang tidak Anda sukai, Anda memaksa-Nya untuk memukul Anda sehingga Anda menjadi pincang (lihat Kejadian 32:24-25). Jangan menjadi pincang karena bergumul dengan cara Allah, tetapi jadilah seseorang yang bergumul di hadapan Allah, bergumul dengan hal-hal dihadapi  didunia ini, karena “kita lebih daripada orang-orang yang menang melalui Dia…” (Roma 8:37).

Bergumul di hadapan Allah membawa dampak di dalam kerajaan-Nya. Jika Anda meminta saya berdoa bagi Anda, dan saya tidak diperlengkapi dalam Kristus, doa saya tidak membawa hasil apa-apa. Tetapi bila saya dilengkapi dalam Kristus maka doa saya membawa kemenangan setiap waktu. Doa hanya efektif bila ada kelengkapan  dari Allah — “ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah…” (Epesus 6:13).

Selalulah perhatikan perbedaan antara kehendak Allah yang sempuma dan kehendak Allah yang permissif, yang Dia gunakan untuk menggenapi rencana Ilahi-Nya bagi hidup kita. Kehendak Allah yang sempurna tidak terubahkan.  Adalah kehendak-Nya yang permisif, atau berbagai hal yang diizinkan-Nya terjadi dalam hidup kitalah yang harus kita pergumulkan.

Adalah reaksi kita terhadap hal-hal inilah yang diizinkan oleh kehendak permisif-Nya yang memungkinkan kita untuk dapat melihat kehendak-Nya yang sempurna bagi kita. ”Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:28) — bagi mereka yang tetap melakukan kehendak Allah yang sempurna — panggilan-Nya dalam Kristus Yesus.

Kehendak Allah yang sesuai adalah ujian yang Dia gunakan untuk menyatakan anak-anakNya yang sungguh. Kita seharusnya tidak mudah lemah dan dengan mudah berkata, ”Ya, itu memang kehendak Tuhan.” Kita tidak harus bergumul dengan Allah, tetapi kita harus bergumul di hadapan Allah dengan masalah-masalah yang kita hadapi.

Berhati-hatilah terhadap mudah menyerah karena malas. Sebaliknya, kenakanlah pertarungan yang berkemenangan dan Anda akan menemukan diri Anda dikuatkan dan berdayakan dengan kekuatan-Nya.

 

Alkitab setahun: Amos 1 – 3; Wahyu 6

mu151216

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s