Bergantung Pada Hadirat Allah

mu150720_hadiratallah

“Orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan … berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40:31)

TIDAK ada suatu yang luar biasa bagi kita dalam ”berjalan”, namun ”berjalan” merupakan ujian bagi semua kemantapan dan kualitas daya tahan kita. ”Berjalan dan tidak menjadi lelah” adalah jangkauan tertinggi sebagai suatu ukuran kekuatan.

Kata berjalan digunakan dalam Alkitab untuk mengungkapkan karakter seseorang – ”Yohanes … melihat Yesus lewat, …. berkata: “Lihatlah Anak domba Allah!” (Yohanes 1:35-36, kata “lewat” dalam Alkitab KJV adalah berjalan). Tidak ada yang abstrak atau tidak jelas dalam Alkitab; segala sesuatunya gamblang dan nyata. Allah tidak berkata, “Menjadilah manusia rohani,” tetapi Dia bersabda, ”Berjalanlah di hadapanKu …” (Kejadian 17:1, NKJV).

Bila keadaan kita tidak sehat, baik secara jasmani maupun emosi, kita selalu mencari sesuatu yang membuat kita gairah, sesuatu yang menggetarkan, dalam kehidupan ini. Dalam hidup jasmani, hal ini akan membawa kita ke arah upaya memalsukan karya Roh Kudus. Dalam hidup emosional, hal ini akan menggiring kita kepada obsesi dan kehancuran moralitas. Dan dalam hidup rohani, jika kita bersikeras untuk mengejar kegairahan semata, untuk “naik terbang seumpama rajawali”, akan membawa kita kepada kehancuran spiritualitas.

Mengalami realitas hadirat Allah tidaklah tergantung pada keberadaan kita dalam situasi atau tempat tertentu, melainkan tergantung pada tekad kita untuk memelihara hubungan dengan Tuhan terus-menerus. Masalah kita timbul bila kita menolak untuk meletakkan iman percaya atau trust kita dalam realitas hadirat-Nya.

Pengalaman yang dibicarakan pemazmur – “Kita tidak akan takut, sekalipun …” (Mazmur 46:3), akan menjadi milik kita begitu kita berpijak pada kebenaran realitas hadirat Allah. Kemudian kita akan berseru, “Dia telah berada di sini setiap waktu!”

Pada saat-saat kritis dalam hidup kita, kita perlu meminta bimbingan Allah, tetapi tidaklah perlu untuk terus-menerus berkata, “Oh Tuhan, berilah petunjuk kepadaku dalam hal ini dan hal itu.” Pasti, Dia akan memberi petunjuk, dan malah sesungguhnya Dia sedang melakukannya!

Jika keputusan setiap hari kita tidak sesuai dengan kehendak-Nya, Dia akan membuat kita tidak damai sejahtera dan bebas/los dalam roh kita. Kemudian kita harus diam dan menantikan petunjuk hadirat-Nya.

Alkitab setahun: Mazmur 26-28; Kisah Rasul 22

mu150720

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s