Apakah Tugas Seorang Utusan Pekabaran Injil?

mu130805_gods calling

“Lalu kata Yesus sekali lagi, “… Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu “ (Yohanes 20:21).

SEORANG utusan pekabaran Injil (misionaris) ialah seseorang yang diutus oleh Yesus Kristus sama seperti Dia diutus oleh Allah. Faktor pengendalinya bukanlah kebutuhan orang-orang, melainkan perintah Yesus. Sumber inspirasi dalam pelayanan kita bagi Allah itu ditempatkan di belakang, bukan di depan kita.

Kecenderungan masa kini ialah meletakkan inspirasi itu di depan – menjadikannya sebagai patokan dan ukuran keberhasilan menurut kita. Akan tetapi, di dalam Perjanjian Baru inspirasi terletak di belakang kita, dibelakang Tuhan Yesus sendiri. Sasarannya ialah berkenan dan setia kepada-Nya dan melaksanakan rencana-Nya.

Ikatan pribadi dengan Tuhan Yesus dan sudut pandang-Nya merupakan satu hal yang tidak boleh diabaikan. Bahaya besar dalam tugas PI/misionaris ialah bahwa panggilan Allah digantikan dengan kebutuhan orang banyak, dimana simpati manusiawi bagi kebutuhan itu akan sepenuhnya menggeser makna tugas dari Yesus. Padahal, kebutuhan begitu sangat besar, dan keadaan atau kondisi begitu sulit, sehingga setiap kemampuan/daya pikiran gagal dan tidak akan berhasil.

Kita cenderung untuk melupakan bahwa alasan besar di balik semua tugas utusan pekabaran Injil terutama bukanlah peninggian derajat manusia, peningkatan pendidikan mereka atau pemenuhan kebutuhan mereka, melainkan pertama-tama dan terutama perintah Yesus Kristus – “Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…” (Matius 28:19).

Bila menoleh kembali pada kehidupan para pria dan wanita milik Allah, kita cenderung berkata, “Betapa baik dan mengherankan hikmat mereka, dan betapa sempurnanya mereka memahami apa yang Allah kehendaki!”

Akan tetapi, kecerdasan pikiran di balik mereka ialah pikiran Allah, bukan hikmat manusia. Kita memberikan pujian kepada hikmat manusia padahal seharusnya kita memberi pujian kepada tuntunan ilahi dan Allah, yang dipertunjukkan melalui orang-orang seperti anak-anak yang  cukup “bodoh” untuk mempercayai hikmat Allah dan perlengkapan-Nya yang adikodrati.

Alkitab dalam setahun: Jeremia 9-11; 1 Timotius 6

mu151026

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s