Apakah Saya Sungguh Berbahagia Seperti Dimaksudkan Yesus?

mu150725_khotbahdibukit

 

“Berbahagialah ….” (Matius 5:3-11)

KETIKA kita pada mulanya membaca pernyataan-pernyataan Yesus (dalam Khotbah di Bukit) “Berbahagialah”, tampak sederhana dan tidak ada yang mengejutkan. Tetapi tanpa kita perhatikan pernyataan-pernyataan itu turun ke dalam pikiran bawah sadar kita tanpa disadari.

Misalnya, pernyataan “Berbahagialah,” pada mulanya tampak hanya berupa aturan-aturan yang indah dan menyenangkan bagi orang yang terlalu rohani dan bagi ”orang-orang yang sepertinya tidak berguna”, dan tetapi sangat sedikit manfaat praktisnya di dunia yang kaku dan bergerak cepat dimana kita hidup ini.

Namun, kemudian, ada saat dimana kita tiba-tiba mendapati bahwa pernyataan Ucapan Bahagia (the Beatitudes) ini berisi “dinamit” Roh Kudus. Dan Ucapan-ucapan Bahagia itu “meledak” bila situasi hidup kita mendapat tempat untuk itu. Ketika Roh Kudus mengingatkan kita pada salah satu Ucapan Bahagia ini, kita berkata, “Alangkah mencengangkan pernyataan ini!”

Kemudian kita harus memutuskan apakah kita bersedia menerima atau tidak kobaran rohani besar yang akan dihasilkan dalam situasi kita jika kita mematuhi firman-Nya. Itulah cara Roh Allah bekerja.

Kita tidak perlu dilahirkan kembali untuk menerapkan Khotbah di Bukit secara harfiah. Interpretasi harfiah dari Khotbah di Bukit itu semudah permainan anak-anak. Akan tetapi, interpretasi oleh Roh Allah pada saat Dia menerapkan pernyataan-pernyataan Tuhan pada situasi kita, itu merupakan karya yang keras dan sulit bagi seorang percaya.

Ajaran Yesus terasa diluar proporsi ketika dibanding dengan cara pandang kita secara lahiriah melihat hal-hal itu, dan pada mulanya ajaran-ajaran tersebut menimbulkan kekurang-nyamanan yang membingungkan. Dalam hal ini kita secara berangsur-angsur harus menyesuaikan perilaku dan perkataan kita dengan ajaran Yesus Kristus pada saat Roh Kudus menerapkannya pada situasi kita.

Khotbah di Bukit bukanlah seperangkat aturan dan ketetapan, tetapi gambaran tentang hidup yang akan kita hidupi bila Roh Kudus mendapat tempat bebas dalam diri kita.

Alkitab setahun: Mazmur 37-39; Kisah 26

mu160725

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s