Apakah Anda Telah Merasakan Kepedihan Yang Dikerjakan Tuhan?

mu150302_kepedihan dari tuhan

 

“Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: ”…apakah engkau mengasihi Aku?” (Yohanes 21.17)

PERNAHKAH Anda merasakan dalam diri Anda, kepedihan yang dikerjakan oleh Tuhan, jauh di lubuk terdalam dan terpeka dalam hidup Anda?

Iblis tidak pernah mengerjakan kepedihan atau rasa sakit di sana, demikian pula dosa ataupun emosi manusia. Tidak ada yang dapat menghujam sampai ke bagian terdalam hidup kita kecuali Firman Allah.

Petrus gundah karena Yesus berkata kepadanya untuk ketiga kalinya, ”Apakah engkau mengasihi Aku?” Namun Petrus sadar oleh kenyataan bahwa dalam pusat kehidupan pribadinya dia mengabdi kepada Yesus. Dan kemudian dia mulai melihat makna pertanyaan Yesus yang penuh kesabaran itu. Tidak ada sama sekali secercahpun keraguan dalam pikiran Petrus, dia tidak akan pernah dapat tertipu lagi. Dan tidak perlu ada sebuah respon yang penuh semangat. Tidak perlu tindakan yang gopoh atau luapan emosional. Baginya, perkataan Yesus adalah suatu penyingkapan baginya untuk menyadari betapa besar sesungguhnya dia mengasihi Tuhan, dan dengan rasa kagum dia hanya berkata, “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu...”

Petrus mulai melihat betapa besar kasihnya kepada Yesus, sehingga tidak perlu berkata, “Lihatlah ini atau itu sebagai bukti dari kasihku”. Petrus sungguh mengasihi Tuhan. Dia sadar bahwa matanya tertuju pada Yesus Kristus sehingga dia tidak melihat siapa pun lainnya, baik di surga maupun di bumi.

Akan tetapi, dia tidak mengetahui hal itu semua sebelum pertanyaan yang menyelidik dan menghujam dari Tuhan itu diajukan langsung padanya.

Pertanyaan-pertanyaan Tuhan selalu menyingkapkan siapa diri saya sesungguhnya.

Oh, sungguh ajaib tindakan langsung yang penuh kesabaran dan kepiawaian yang ditunjukkan Yesus Kristus terhadap Petrus!

Tuhan tidak pernah mengajukan pertanyaan sebelum tiba waktunya yang tepat. Jarang, tetapi barangkali sekali dalam hidup kita masing-masing,  Dia akan membawa kita kedalam keterpojokan dimana Dia akan mengerjakan rasa pedih oleh pertanyaan-pertanyaan-Nya yang menusuk hati.

Kemudian kita akan sadar bahwa kita mengasihi Dia jauh lebih besar daripada yang dapat kita ucapkan.

 

Alkitab setahun: Bilangan 26-27; Markus 8:1-21

mu160302

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s