Apakah Anda Memberhalakan Pekerjaan Pelayanan Anda

mu130423_ministries

Kami adalah kawan sekerja untuk Allah...” (1 Korintus 3:9).

WASPADALAH terhadap pekerjaan apa pun bagi Allah, yang menyebabkan Anda tidak memusatkan perhatian kepada-Nya. Banyak pekerja Kristen yang memberhalakan pekerjaan mereka. Padahal perhatian atau concern satu-satunya pekerja Kristen seharusnya kepada Allah.

Hal ini akan berarti, semua pembatas kehidupan lainnya, baik batas mental, moral maupun rohani, sepenuhnya bebas bersama dengan kebebasan yang diberikan Allah kepada anak-Nya; yaitu anak-anak-Nya yang beribadah menyembah Dia, bukan yang tidak taat.

Seorang pekerja yang tidak mempunyai kesungguhan dalam berkonsentrasi kepada Allah cenderung menjadi terlalu dibebani oleh pekerjaannya. Dia menjadi budak dari keterbatasannya sendiri, tidak mempunyai kebebasan atas tubuh, pikiran atau rohnya.

Akibatnya, dia menjadi kelelahan, kehilangan semangat dan kalah. Tidak ada kebebasan dan tidak ada kegembiraan dalam hidupnya sama sekali. Saraf, pikiran dan hatinya begitu diliputi beban sehingga berkat Allah tidak dapat berdiam atas dirinya.

Akan tetapi hal sebaliknya, pada saat konsentrasi kita tertuju kepada Allah, semua pembatas kehidupan kita ada dalam keadaan bebas dan di bawah pengendalian dan penguasaan Allah. Tanggung jawab suatu pekerjaan tidak lagi dibebankan atas diri Anda. Tanggung jawab satu-satunya yang Anda pikul adalah tetap hidup berhubungan dengan Allah, dan memperhatikan agar Anda tidak membiarkan apapun merintangi kerja-sama Anda dengan Dia.

Kebebasan yang datang sesudah pengudusan adalah kebebasan seorang anak, dan hal-hal yang biasanya mengekang hidup Anda sudah lenyap. Akan tetapi hati-hati dan ingatlah bahwa Anda telah dibebaskan hanya untuk satu hal — sepenuhnya mengabdi kepada Allah, mitra kerja Anda.

Kita tidak berhak untuk memutuskan di mana kita harus ditempatkan, atau mengajukan konsep atau gagasan mengenai hal apa Allah persiapkan untuk kita lakukan. Allah mengatur segala sesuatu untuk dikerjakan.

Dan di mana pun Dia menempatkan kita, sasaran utama kita adalah mencurahkan hidup kita dalam pengabdian segenap hati kepada-Nya untuk pekerjaan khusus daripada-Nya. “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga...” (Pengkhotbah 9:10).

Alkitab setahun: 2 Samuel 16-18; Lukas 17:20-37

mu160423

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s