“Aku Memang Sama Sekali Tak Bisa Apa-apa ….. Tetapi Ia”

mu140822

 

“Aku memang membaptis kamu dengan air.. tetapi Ia… akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api” (Matius 3:11, KJV).

PERNAHKAH saya mencapai suatu titik dalam pengalaman hidup sehingga saya dapat berkata, “Aku memang… tetapi Ia…?” Sebelum sampai pada titik tersebut, saya takkan pernah tahu makna baptisan Roh Kudus. Saya memang berada di titik buntu, dan saya tidak dapat berbuat apa pun lagi — tetapi Dia justru memulai tepat di situ – Dia melakukan segala sesuatu yang tidak seorang pun dapat melakukannya.

Adakah saya siap untuk kedatangan-Nya? Yesus tidak dapat datang dan melakukan karya-Nya di dalam saya selama ada sesuatu yang merintangi jalannya. Bila Dia datang kepada saya, siapkah saya mempersilakan Dia membawa dan menyingkapkan setiap kekeliruan yang pernah saya lakukan ke dalam terang?

Disitulah justru Yesus datang. Ketika saya tahu bahwa saya seorang najis, di situlah Dia akan menjejakkan kaki-Nya, dan ketika saya menyangka saya bersih, di situlah Dia akan menarik diri pergi.

Pertobatan tidak menyebabkan suatu rasa berdosa, tetapi menyebabkan suatu rasa ketidaklayakan yang tak terucapkan. Bila saya bertobat, saya menyadari bahwa saya sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa, utterly helpless, dan saya menyadari sedalam-dalamnya bahwa saya tidak-layak bahkan mengangkat kasut-Nya.

Sudahkah saya bertobat seperti itu, ataukah saya mempunyai pikiran yang susah saya lepas untuk mencoba membela tindakan saya? Alasan mengapa Allah tidak dapat datang ke dalam hidup saya adalah karena saya tidak sampai pada pertobatan yang sungguh.

Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.” Yohanes tidak berbicara di sini tentang baptisan Roh Kudus sebagai suatu pengalaman, melainkan sebagai sebuah karya yang dilakukan oleh Yesus Kristus. “Ia akan membaptis kamu…” Pengalaman satu-satunya yang pernah disadari oleh mereka yang dibaptis dengan Roh Kudus ialah pengalaman selalu merasakan ketidaklayakan mutlak mereka dihadapan Tuhan.

Memang demikian itulah saya di masa lampau, tetapi Ia datang dan sesuatu terjadi dengan ajaib. Usahakanlah sampai pada kesadaran keterbatasan diri Anda, di mana Anda tidak dapat berbuat apa-apa, tetapi di situlah Dia dapat melakukan segala sesuatu.

 

Alkitab setahun: Mazmur 110-112; 1 Korintus 5

mu160822

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s