Doa Untuk Memuliakan Bapa – Agustus 8

mu160808_dekatdenganbapa

 

”….Anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” (Lukas 1:35)

JIKA Anak Allah telah dilahirkan ke dalam daging kemanusiaan saya, apakah saya mengizinkan kepolosan-Nya yang kudus, kesederhanaan dan kesatuan-Nya dengan Bapa mendapat kesempatan untuk dinyatakan di dalam saya?

Apa yang berlaku pada Perawan Maria dalam sejarah kelahiran Anak Allah berlaku juga pada setiap orang percaya. Anak Allah dilahirkan dalam saya melalui tindakan langsung dari Allah; maka saya sebagai anak-Nya harus menjalankan hak seorang anak: hak untuk selalu muka-dengan-muka dengan Bapa melalui doa.

Apakah saya menemukan diri saya selalu rindu dekat dengan Bapa dan mengatakan pada jiwa saya, seperti kata-kata Yesus, ”Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” (Lukas 2:49). Apa pun situasi kita, sang Anak yang kudus dan kekal itu harus berhubungan dengan Bapa-Nya.

Adakah saya cukup sederhana untuk menyatukan diri dengan Tuhan dengan cara ini? Apakah Dia mendapatkan tempat untuk melakukan karya-Nya yang mengherankan itu didalam saya? Adakah kehendak Allah digenapi dalam hal Anak-Nya telah menjadi nyata dalam diri saya (Galatia 4:19), ataukah saya dengan sadar telah mengesampingkan Dia?

O, betapa gegap gempitanya hingar-bingar masa kini. Mengapa setiap orang tampak berteriak-teriak begitu keras? Orang-orang berteriak agar Anak Allah disingkirkan. Tidak ada tempat disini bagi bagi Anak Allah sekarang ini — tidak ada tempat untuk persekutuan yang tenang dan suci dengan Bapa.

Apakah Anak Allah yang berdoa di dalam diri saya, membawa hormat dan sujud bagi  Bapa, atau adakah saya mendiktekan tuntutan saya kepada-Nya? Apakah Dia melayani di dalam diri saya seperti dilakukan-Nya di masa kemanusiaan-Nya di bumi?

Semakin seseorang mengetahui tentang kehidupan batiniah orang percaya yang benar-benar dewasa, semakin jelas ia melihat apa maksud tujuan Allah, yaitu: “menggenapkan dalam tubuhku apa yang kurang pada penderitaan Kristus” (Kolose 1:24). Dan ketika kita memikirkan sesuatu yang dilakukan untuk “menggenapi” hal itu, selalu masih ada sesuatu yang dapat dilakukan.

 

Alkitab setahun: Mazmur 74-76; Roma 9:16-33

mu160808

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s