Bukti Lahir Baru – Agustus 15

mu150815_lahirbaru

 

“Kamu harus dilahirkan kembali” (Yohanes 3:7)

JAWABAN atas pertanyaan Nikodemus, “Bagaimana mungkin seseorang dilahirkan, kalau ia sudah tua,?” ialah: Hanya bila dia bersedia mati terhadap segala sesuatu dalam hidupnya, termasuk haknya, kebajikannya dan keberagamaannya, dan bersedia menerima suatu kehidupan baru yang tidak pernah dialaminya sebelumnya (lihat Yohanes 3:4).

Hidup baru ini terlihat dengan sendirinya dalam pertobatan kita yang kita putuskan secara sadar dan dalam kesucian yang tidak disadari.

Namun semua orang yang menerima-Nya. . .“ (Yohanes 1:12). Apakah pengetahuan saya tentang Yesus merupakan hasil pemahaman batin saya, ataukah itu hanya merupakan pelajaran yang saya terima dari orang lain? Adakah sesuatu dalam hidup saya yang menyatukan saya dengan Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi saya?

Sejarah spiritual saya haruslah berlandaskan pengenalan pribadi dengan Yesus Kristus. Dilahirkan baru berarti saya melihat Yesus.

…jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yohanes 3:3). Apakah saya hanya mencari tanda kerajaan Allah, ataukah saya sesungguhnya mengenal pengendalian-Nya yang mutlak dan berdaulat?

Kelahiran baru memberi saya kuasa pandangan atau visi baru dimana (olehnya) saya mulai memahami dan membedakan kuasa pengendalian Allah. Kedaulatan-Nya sudah ada sepanjang masa, tetapi kebenaran tentang Allah dan sifat-Nya, tidak dapat saya lihat sampai saya menerima sifat-Nya sendiri dalam diri saya.

Setiap orang yang lahir dan Allah, tidak terus-menerus berbuat dosa... ” (1 Yohanes 3:9). Apakah saya berusaha untuk berhenti berbuat dosa ataukah saya sesungguhnya telah berhenti berbuat dosa? Lahir dari Allah berarti memiliki kuasa adikodrati-Nya untuk berhenti berbuat dosa. Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa seorang Kristen tidak boleh berbuat dosa.

Karya dari kelahiran baru menjadi nyata efektif di dalam kita ketika kita tidak berbuat dosa. Bukan semata-mata bahwa kita mempunyai kuasa untuk tidak berbuat berdosa, melainkan bahwa kita sesungguhnya telah berhenti berbuat dosa — not merely that we have the power not to sin, but that we have stopped sinning. Apa yang disebut dalam 1 Yohanes 3:9 tidaklah berarti bahwa kita tidak dapat berbuat dosa, tetapi itu berarti bahwa jika kita mau mematuhi kehidupan Allah di dalam kita, maka kita tidak perlu berbuat dosa.

 

Alkitab setahun: Mazmur 91-93; Roma 15:1-13

mu160815

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s