Adakah Sesuatu Yang Baik Dari Pencobaan?

mu130217_Depression2“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, …..” (1 Korintus 10:13)

 

KATA pencobaan telah mempunyai arti buruk bagi kita dewasa ini, karena kita cenderung menggunakan kata tersebut dalam cara yang salah. Pencobaan itu sendiri bukanlah dosa: pencobaan adalah sesuatu yang harus kita hadapi karena kita adalah manusia. Tidak dicobai berarti bahwa kita sedemikian rendah sehingga sudah terlalu hina untuk dihiraukan.

Namun banyak diantara kita yang mengalami pencobaan yang tidak seharusnya kita derita, semata-mata karena kita telah menolak untuk mempersilahkan Allah mengangkat kita ke tingkat yang lebih tinggi, dimana kita akan dibawa-Nya menghadapi pencobaan jenis yang lain.

Keberadaan batin seseorang, apa yang dimilikinya secara batiniah, bagaimana keberadaan rohaninya, menentukan penyikapan dana kemenangan atas pencobaan yang datang kepadanya. Pencobaan itu sesuai dengan keberadaan sesungguhnya dari orang yang sedang dicobai dan menyingkapkan kemungkinan dari sifatnya. Setiap orang sebenarnya menentukan atau “memilih” tingkat pencobaannya sendiri, karena pencobaan akan datang kepadanya sesuai dengan tingkat keberadaan batinnya, yang mengendalikannya.

Pencobaan yang datang kepada saya, mengisyaratkan saya pada suatu kemungkinan jalan pendek bagi pewujudan sasaran saya yang tertinggi – tidak menuntun saya menuju apa yang saya pahami sebagai hal yang jahat, tetapi terhadap hal yang saya pahami sebagai baik.

Memang, pencobaan dapat menjadi sesuatu yang sungguh membingungkan seketika, dimana saya tidak tahu apa yang benar atau apa yang salah. Tetapi bila saya menyerah pada pencobaan, saya telah menjadikan nafsu menjadi ilah saya (yang saya patuhi), dan pencobaan itu sendiri menjadi bukti bahwa hanya karena rasa takut yang membuat saya jatuh kedalam dosa lebih dini.

Pencobaan bukanlah sesuatu yang dapat kita hindari. Malah sebenarnya, pencobaan perlu bagi kehidupan seseorang yang maju. Waspadalah dengan pemikiran bahwa Anda dicobai melebihi siapapun. Apa yang  Anda alami merupakan bagian dari warisan hidup manusia, dan bukanlah sesuatu yang tidak pernah dialami orang lain sebelumnya. Allah tidak menyelamatkan kita dari pencobaan, tetapi Dia menopang kita ditengah-tengah pencobaan itu (lihat Ibrani 2:18 dan 4:15-16).

Alkitab setahun: Amsal 27-29; 2 Korintus 10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s